“[4:19]
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita
dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak
mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya,
terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan
bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai
mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu,
padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”
Blog Archives
Popular posts
- 40 Contoh Kokologi
- Beberapa Teknik Mencari Berita
- Karakteristik Pembelajaran PKN MI
- RODLI
- Ringkasan Materi Pengelolaan Kelas
- HUBUNGAN KURIKULUM DENGAN TEORI PENDIDIKAN KLASIK DAN TEORI PENDIDIKAN PRIBADI
- MATRIK PEMILIHAN JENIS TAGIHAN DAN BENTUK INSTRUMEN PENILAIAN
- TOKOH-TOKOH LEKSIKOLOGI ARAB
- Laporan KKN Trasformatif 2013
- Makalah Farid Esack
About Me
Buku Tamu
My World
Followers
A.
Pelaksanaan KKN Transformatif
1. Untuk Desa Lokasi Baru
Pelaksanaan ini merupakan tahap utama dalam
kegiatan KKN transformatif, yaitu mahasiswa peserta KKN masuk dan hidup bersama
(live in) dengan komunitas selama 30 hari. Daur gerakan sosial merupakan
proses yang dilakukan sebagai pendekatan sehingga proses riset, pembelajaran,
dan pemecahan tehnis dari problem sosial komunitas dapat dilakukan secara
terencana, terprogram, dan terlaksana bersama masyarakat. Daur gerakan sosial
dimaksud adalah tahap-tahap
mulai dari a) Pemetaan awal (Preleminary
mapping), b) Membangun hubungan kemanusiaan, c) Penentuan agenda riset untuk perubahan sosial, d) Pemetaan partisipatif (Participatory Mapping), e) Merumuskan masalah kemanusiaan, f) Menyusun strategi gerakan, g) Pengorganisasian masyarakat, h) Melancarkan aksi
perubahan, i) Membangun pusat-pusat belajar masyarakat, j) Refleksi (Teoritisasi Perubahan Sosial), dan k) Meluaskan skala gerakan dan dukungan.
Untuk memudahkan pelaksanaan proses daur tersebut dalam satu bulan, maka dapat dilaksanakan dengan tahap-tahap dan waktu yang terjadwal sebagai
berikut:
Pembahasan pada
bab ini menitik beratkan pada perkembangan sastra di eropa, dimana pembahasan
mengenai hal tersebut meluas dan urgen serta tidak kalah pentingnya dari kritik
sastra kontemporer. Melainkan keduanya menjadi nilai penyangga studi sastra dan
kritik. Dan disiplin ilmu ini menjadi hal penting dalam kemunculan ilmu sejarah
sastra serta sebagai penyempurna ilmu ini, hingga studi sastra membutuhkan ilmu
ini untuk mempermudah dalam memahami studi (sastra) kontemporer beserta
metode-metode pembahasannya.
