Belakangan bila diperhatikan di medsos begitu gencar sekali yang comment “Ngapain sih harus Islam yang ke-Arab-Araban” atau “Ngapain kita niru Arab kita punya budaya lokal yang lebih pas dengan Islam Nusantaranya” atau comment2x sejenis lainnya. 
Celakanya comment2x itu dibuat oleh seorang Muslim dari sepenelitian saya, dan banyak orang diluar Islam mengutipnya. Betul Islam bukan Arab dan Arab bukan Islam tapi Anda pasti tahu Qur’an itu berbahasa apa? Sholat itu menggunakan bahasa apa? Mengapa Islam diturunkan di Arab? 
Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dari bangsa mana?? Jadi bila ada orang yang ingin memisahkan Islam dengan Arab patutlah dicurigai orang itu dari kalangan Islam Liberal/Nusantara atau paling tidak simpatisannya. 

Lanjut

Jangan Mencampurkan BUDAYA DAN AGAMA

Posted on

Thursday, February 15, 2018

Perlu diketahui, bahwasannya shalawat kepada Nabi merupakan salah satu bentuk ibadah yang agung. Tetapi banyak sekali penyimpangan dan bid’ah yang dilakukan banyak orang seputar shalawat Nabi. Berikut ini jawaban kami terhadap pertanyaan saudara.
1. Shalawat Nabi memang banyak macamnya. Namun secara global dapat dibagi menjadi dua.
a. Shalawat Yang Disyari’atkan.
Yaitu shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabatnya. Bentuk shalawat ini ada beberapa macam. Syaikh Al Albani rahimahullah dalam kitab Shifat Shalat Nabi menyebutkan ada tujuh bentuk shalawat dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ustadz Abdul Hakim bin Amir bin Abdat hafizhahullah di dalam kitab beliau, Sifat Shalawat & Salam, membawakan delapan riwayat tentang sifat shalawat Nabi.

Lanjut

Bersholawat sesuai sunnah

Posted on

Saturday, January 13, 2018

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :
  • Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
  • Bacalah Al-Qur'an
  • tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
  • Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
  • Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
  • Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.
  • Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.
  • Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.
  • Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.
  • Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Lanjut