Belakangan bila diperhatikan di medsos begitu gencar sekali yang comment “Ngapain sih harus Islam yang ke-Arab-Araban” atau “Ngapain kita niru Arab kita punya budaya lokal yang lebih pas dengan Islam Nusantaranya” atau comment2x sejenis lainnya.
Celakanya comment2x itu dibuat oleh seorang Muslim dari sepenelitian saya, dan banyak orang diluar Islam mengutipnya. Betul Islam bukan Arab dan Arab bukan Islam tapi Anda pasti tahu Qur’an itu berbahasa apa? Sholat itu menggunakan bahasa apa? Mengapa Islam diturunkan di Arab?
Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dari bangsa mana?? Jadi bila ada orang yang ingin memisahkan Islam dengan Arab patutlah dicurigai orang itu dari kalangan Islam Liberal/Nusantara atau paling tidak simpatisannya.
